Motor Listrik MBG Rp48 Juta Disorot, Proyek Rp1,2 Triliun Picu Tanda Tanya

Radar Berita Indonesia | Jakarta – Pengadaan skuter listrik senilai sekitar Rp48 juta per unit untuk operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu sorotan publik.

Kebijakan ini menjadi perhatian karena dilakukan di tengah upaya pemerintah mendorong efisiensi anggaran akibat tekanan ekonomi global.

Motor listrik tersebut diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

Pengadaan ini merupakan bagian dari proyek penyediaan ribuan kendaraan operasional guna mendukung distribusi program MBG di berbagai daerah.

BACA JUGA  Oknum Jaksa Diduga Ancam Tembak Warga, BPI KPNPA RI Minta Investigasi Menyeluruh

Sejumlah pihak menilai proses pengadaan belum sepenuhnya transparan karena minim penjelasan rinci kepada publik.

Kritik juga muncul lantaran kebijakan ini dilakukan saat pemerintah sedang melakukan penghematan belanja di sejumlah sektor.

Dua Model Motor Listrik Disiapkan

BGN menyiapkan dua jenis kendaraan listrik, yakni motor bergaya trail Emmo JVX GT dan skuter listrik Emmo JVH Max.

Motor trail Emmo JVX GT dibekali tenaga 7.000 watt dengan jarak tempuh sekitar 70 kilometer.

BACA JUGA  Polsek Cikajang Intensifkan Pencarian Silvi Aprilianti Fauziah, Hilang Sejak 12 April 2026

Kendaraan ini menggunakan baterai 72V 31Ah dan mendukung pengisian cepat dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar satu jam. Harga pasarannya mencapai Rp56,8 juta.

Sementara itu, Emmo JVH Max memiliki kecepatan hingga 90 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 70 kilometer. Skuter ini menggunakan baterai 72V 30Ah dengan fitur pengisian cepat dan dipasarkan sekitar Rp48,8 juta.

Harga Jadi Perdebatan

Harga kedua motor listrik tersebut menjadi perbincangan. Pegiat kendaraan listrik dari Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik), Hendro Sutono, menilai harga skuter Emmo JVH Max tergolong premium.

BACA JUGA  BMKG Warning! Aceh Siaga Bencana hingga 20 April 2026

Menurutnya, terdapat produk lain dengan spesifikasi serupa yang ditawarkan dengan harga lebih rendah.

Namun, untuk kategori motor trail seperti Emmo JVX GT, harga tersebut dinilai masih dalam kisaran pasar, yakni antara Rp40 juta hingga Rp90 juta.

BGN Klaim Lebih Hemat

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pemerintah memperoleh harga sekitar Rp42 juta per unit, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang berkisar Rp52 juta.

BACA JUGA  Efisiensi Anggaran Dipertanyakan: Klaim Hemat Rp200 Triliun Beriring Belanja Jumbo Pemerintah

Ia menegaskan pengadaan tersebut telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025 dan ditujukan untuk menunjang mobilitas petugas SPPG dalam menjalankan program MBG.

Jumlah Unit dan Nilai Proyek

Jumlah motor listrik yang disiapkan mencapai 21.801 unit dari total rencana 25.000 unit. BGN juga membantah informasi yang menyebut pengadaan mencapai 70.000 unit.

Berdasarkan data sistem pengadaan pemerintah, terdapat paket pengadaan kendaraan roda dua dengan nilai sekitar Rp1,22 triliun.

BACA JUGA  Erianto Salurkan Aspirasi Rakyat untuk Perbaikan Masjid Assaqinah

Dalam rincian tersebut, terdapat dua paket besar dengan volume masing-masing 24.400 unit.

Harga satuan dalam katalog tercatat sekitar Rp49,95 juta per unit termasuk pajak. Jika dikalikan jumlah unit, total anggaran per paket mendekati Rp1,2 triliun.

Alternatif Lebih Murah Tersedia

Sejumlah motor listrik lain di pasar Indonesia diketahui memiliki harga lebih rendah, di antaranya:

  • Alva One XP (mulai Rp38,5 juta, jarak tempuh hingga 140 km)
  • Polytron Fox 500 (Rp38,1 juta, jarak tempuh 130 km)
  • Zeeho AE6 (Rp37,5 juta, jarak tempuh 100 km)
  • Indomobil Emotor Tyranno (sekitar Rp26 jutaan, jarak tempuh 110 km)
BACA JUGA  Tragedi Laut Belawan: Kapal Ikan Meledak dan Terbakar, 3 Tewas, 5 Hilang

Perbandingan ini memunculkan pertanyaan publik terkait pertimbangan pemilihan merek dalam proyek pengadaan tersebut.

Sorotan Publik Berlanjut

Hingga kini, pengadaan motor listrik untuk program MBG masih menjadi perbincangan. Selain nilai proyek yang besar, aspek efisiensi anggaran dan transparansi menjadi perhatian utama.

Di sisi lain, BGN menegaskan bahwa pengadaan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi program MBG secara nasional.

BACA JUGA  Kritik DPR: Kinerja Pembantu Prabowo Subianto Dinilai Masih Bermental ABS, Data Tak Sejalan Realitas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news