Donald Trump Kirim Surat ke Xi Jinping: Minta China Tak Pasok Senjata ke Iran

Radar Berita Indonesia – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan telah mengirim surat kepada Presiden China, Xi Jinping, untuk meminta Beijing tidak memasok senjata ke Iran di tengah konflik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Donald Trump dalam wawancara dengan Fox Business Network yang ditayangkan Rabu (14/4) waktu setempat.

Dalam wawancara itu, Donald Trump mengaku secara langsung meminta Xi Jinping agar China tidak membantu Iran, khususnya dalam bentuk dukungan militer.

BACA JUGA  SPPG Tak Beroperasi Tetap Digaji Rp6 Juta, DPR Sebut Skandal Anggaran

“Saya menulis surat kepadanya agar tidak melakukan itu, dan dia membalas dengan mengatakan pada dasarnya dia tidak melakukannya,” ujar Trump.

Namun, Trump tidak merinci kapan surat tersebut dikirim maupun isi lengkap komunikasi antara kedua pemimpin tersebut.

Langkah ini muncul di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang pecah sejak 28 Februari 2026 dan kini memasuki fase gencatan senjata sementara guna membuka jalan bagi perundingan damai yang masih berjalan alot.

BACA JUGA  Anak Bunuh Ayah Kandung di Bengkalis, Leher Korban Nyaris Putus

Sebelumnya, Trump juga sempat melontarkan ancaman tegas dengan menyatakan akan mengenakan tarif hingga 50 persen terhadap negara mana pun yang terbukti memasok senjata ke Iran.

Isu dugaan dukungan militer China kepada Iran sendiri mencuat setelah laporan intelijen Amerika Serikat menyebut adanya potensi pengiriman sistem pertahanan udara ke Teheran, meski Beijing membantah tudingan tersebut.

Di sisi lain, komunikasi surat-menyurat ini terjadi menjelang rencana pertemuan antara Trump dan Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada 14–15 Mei 2026 di Beijing.

BACA JUGA  Camat Lubuk Begalung Pantau BAPANG 2026, Penerima Naik Signifikan Jadi 11.079 KK

Pertemuan tersebut diproyeksikan membahas berbagai isu strategis, mulai dari perdagangan, stabilitas global, hingga dinamika geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah.

Agenda pertemuan sebelumnya sempat tertunda akibat pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir Februari lalu.

Trump juga menegaskan bahwa situasi global, termasuk gejolak pasar energi akibat konflik, tidak akan mengganggu rencana pertemuan tersebut.

BACA JUGA  Pemain Senior Tetap Jadi Kunci Kekuatan Timnas Voli Indonesia di AVC Cup 2026

“Dia adalah seseorang yang membutuhkan minyak. Kami tidak,” kata Trump, menyinggung ketergantungan China terhadap energi impor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news