Donald Trump vs Iran: Ultimatum 48 Jam Picu Ancaman Perang Besar

Radar Berita Indonesia – Washington, D.C. | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu ketegangan global setelah mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran terkait penutupan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosialnya, Truth Social, pada Selasa (7/4/2026), menjelang tenggat waktu yang ia tetapkan kepada Iran untuk membuka kembali selat tersebut.

Dalam unggahannya, Trump memperingatkan konsekuensi besar jika Iran tidak segera mengambil tindakan.

BACA JUGA  Serangan AS-Israel Tewaskan 310 Siswa dan Guru di Iran, 750 Sekolah Rusak

“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali,” tulis Trump, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Meski demikian, Donald Trump juga menyatakan bahwa dirinya tidak menginginkan skenario terburuk tersebut terjadi. Ia bahkan menyinggung kemungkinan perubahan rezim di Iran sebagai solusi jangka panjang.

“Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi. Namun, dengan perubahan rezim yang lengkap dan total, mungkin sesuatu yang revolusioner dapat terjadi,” ujarnya.

BACA JUGA  Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta di Era Prabowo Subianto, Antrean Dipangkas dan Fasilitas Ditingkatkan

Dalam pernyataan lain, Donald Trump menyebut situasi ini sebagai salah satu momen paling penting dalam sejarah dunia modern.

Ketegangan ini bermula setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel pada 28 Februari 2026.

Penutupan tersebut berdampak besar terhadap distribusi energi global, mengingat selat ini merupakan jalur utama ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA  Data Janggal BPJS Terungkap, 10 Persen Orang Kaya Masuk Penerima Subsidi

Sebelumnya, Donald Trump telah memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Amerika Serikat mengancam akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur vital Iran.

“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz dalam 48 jam, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar,” tegas Trump dalam unggahan sebelumnya.

Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari pemerintah Iran terkait ultimatum tersebut. Sementara itu, upaya Presiden Amerika untuk menggalang dukungan dari sekutu-sekutu Amerika Serikat juga belum menunjukkan hasil signifikan.

BACA JUGA  Erianto Salurkan Aspirasi Rakyat untuk Perbaikan Masjid Assaqinah

Situasi ini memicu kekhawatiran internasional akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas, terutama karena Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam stabilitas ekonomi global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news